KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengakui masih menghadapi kekurangan tenaga kerja di sektor pendidikan, kesehatan, dan penyelamatan kebakaran. Kondisi ini dinilai berdampak pada kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyebut pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan menjadi prioritas pemerintah dalam waktu dekat, begitu pula tenaga penyelamatan kebakaran.
“Kami menyadari masih ada kekurangan guru dan tenaga medis di sejumlah sekolah serta fasilitas kesehatan. Insya Allah tahun ini akan kami penuhi kebutuhan tersebut melalui sistem PJLP, yang terpenting ketiga ini tidak boleh kekurangan tenaga karena dampaknya pada pelayanan ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, penambahan tenaga pendidik dan kesehatan tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga pemerataan distribusi agar seluruh masyarakat dapat merasakan layanan yang layak.
“Kami ingin anak-anak tetap mendapatkan pendidikan yang maksimal, begitu juga pelayanan kesehatan harus merata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus Haris mengungkapkan kebutuhan tenaga guru paling tidak mencapai 70 orang. Karena itu, Pemkot Bontang berupaya segera menutupi kekurangan tersebut.
“Insya Allah tahun ini di perubahan, pasti akan kami tambah untuk 3 bidang ini, guru, kesehatan, dan damkar,” tandasnya.
Pemkot berharap, dengan terpenuhinya kebutuhan tenaga guru dan kesehatan, kualitas layanan publik di Bontang dapat terus meningkat sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan pada peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



