KITAMUDAMEDIA, Bontang – Rencana perluasan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang pada 2026 jauh di bawah usulan pemerintah daerah. Dari lebih dari 4.000 sambungan yang diajukan, pemerintah pusat hanya menyetujui sekitar 1.000 sambungan baru.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil evaluasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Dalam ketentuan yang berlaku, penambahan sambungan jargas dibatasi maksimal 10 persen dari proyek pemasangan yang sedang berjalan.
Saat ini, proyek jargas yang tengah dikerjakan mencakup sekitar 10 ribu rumah tangga. Dengan batasan tersebut, tambahan sambungan yang dapat diberikan pemerintah pusat hanya sekitar 1.000 rumah.
“Kami tentu berharap jumlahnya lebih besar, tetapi tetap bersyukur karena masih ada tambahan kuota yang diberikan tahun ini,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Sebelumnya, Pemkot Bontang mengusulkan lebih dari 4.000 sambungan baru untuk memenuhi kebutuhan warga yang belum terlayani. Dalam proses pembahasan, sempat muncul peluang tambahan hingga 2.000 sambungan.
Namun, setelah penyesuaian oleh pemerintah pusat, kuota yang disetujui menyusut menjadi sekitar 1.000 sambungan.
Meski demikian, Pemkot Bontang tetap akan merealisasikan seluruh kuota yang telah disetujui pada 2026. Sementara kebutuhan yang belum terakomodasi akan kembali diajukan pada tahun berikutnya.
“Kebutuhan yang belum terpenuhi akan kembali kami usulkan. Harapannya pada 2027 ada tambahan kuota sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa terlayani,” kata Neni.
Program jargas merupakan salah satu layanan energi rumah tangga yang dikembangkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan gas elpiji tabung.(*)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



