Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

11.500 Jargas Baru, Kelangkaan LPG 3 Kg Bontang Diprediksi Berkurang

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Penambahan ribuan sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga membuat kebutuhan gas melon bersubsidi diperkirakan menurun. Pemerintah menyiapkan tambahan sekitar 11.500 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga lengkap dengan kompor.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai penambahan sambungan jargas dapat menjadi salah satu solusi untuk membuat distribusi LPG 3 kilogram lebih terkendali pada tahun depan.

“Kalau program ini berjalan maksimal, kelangkaan gas melon bisa kita minimalisir. Sudah ada tambahan sekitar 11.500 sambungan beserta kompornya, sehingga kebutuhan LPG subsidi akan berkurang,” ujarnya.

Menurut Rustam, bertambahnya sambungan jargas juga berpengaruh terhadap kebutuhan LPG bersubsidi. Pemerintah bahkan telah menerima surat dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait proyeksi penyesuaian kuota LPG 3 kilogram untuk Bontang.

Penyesuaian tersebut berkaitan dengan bertambahnya sambungan jargas yang membuat sebagian rumah tangga tidak lagi bergantung pada LPG 3 kilogram.

Namun, Rustam mengingatkan penurunan kebutuhan tidak boleh menjadi alasan untuk melonggarkan pengawasan. Distribusi LPG bersubsidi tetap harus diperketat agar tabung tersebut diterima masyarakat yang memang berhak.

Ia menyebut pelaku usaha mikro, seperti pedagang bakso, pangsit, dan usaha keliling yang membutuhkan tabung berukuran kecil, sebagai salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam distribusi LPG 3 kilogram.

Sebaliknya, rumah tangga yang sudah menikmati layanan jargas diharapkan tidak lagi menggunakan LPG 3 kilogram bersubsidi.

Bontang, lanjut Rustam, juga diproyeksikan menjadi Kota Gas. Perluasan pemanfaatan jargas dinilai akan semakin mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG bersubsidi, sekaligus menuntut pengawasan distribusi yang lebih ketat.

“Masyarakat harus memahami peruntukannya. LPG nonsubsidi bisa dibeli siapa saja, sedangkan gas melon merupakan barang bersubsidi yang penggunaannya harus tepat sasaran,” tegas Rustam.

Baca Juga  Bontang Butuh 375 Pengawas TPS, Bawaslu Mulai Buka Rekrutmen

Dengan tambahan 11.500 sambungan tersebut, persoalan LPG 3 kilogram di Bontang kini tidak hanya bergantung pada penambahan pasokan. Pengalihan konsumsi ke jargas dan ketepatan sasaran penerima subsidi menjadi bagian penting agar kelangkaan gas melon tidak kembali berulang. (Adv)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply