Arab Saudi Tingkatkan Fasilitas di Checkpoints Jamaah Haji dan Umroh

KITAMUDAMEDIA – The Makkah Region Development Authority (MRDA) atau Badan Otoritas Pengembangan Wilayah Makkah saat ini mulai melakukan modernisasi pos pos pemeriksaan atau Checkpoints untuk jamaah haji 2020 dan umroh. Modernisasi ini akan mengurangi waktu tunggu secara signifikan.

Dilansir dari ArabNews, pengerjaan proyek ini atas instruksi dari Gubernur Makkah sekaligus Ketua MRDA Pangeran Khaled Al-Faisal, serta di bawah pengawasan Wakil Gubernur Makkah Pangeran Badr bin Sultan.

Pusat kendali keamanan di Jalan Al-Shumaisi, yang menghubungkan Makkah dan Jeddah, saat ini sedang direnovasi dan dikembangkan. Pekerjaan pengembangan termasuk meningkatkan jumlah jalur lalu lintas menjadi 16, memperbarui infrastruktur teknologi pusat untuk meningkatkan efisiensi, dan mengintegrasikan beberapa layanan pemerintah di bawah satu atap.

Penambahan fasilitas ini akan membuat waktu tunggu  jamaah haji dan umroh

baik menuju atau keluar Makkah akan lebih cepat. Saat ini tercatat sudah 15 persen pekerjaan selesai. Ditargetkan pengembangan ini akan selesai dan bisa beroperasi penuh sebelum Ramadhan tahun ini.

Juru bicara MRDA Jalal bin Abdul Jalil Kaaki mengatakan bahwa pihak berwenang juga telah memulai pengembangan pusat kendali keamanan di Al-Nawwariyah di Makkah Utara. Di sana fasilitas layanan baru di pusat-pusat yang ditingkatkan juga akan bermanfaat bagi penduduk Makkah.

Penambahan fasilitas baru itu mencakup kantor administrasi, masjid, pusat pertahanan sipil, pusat Bulan Sabit Merah, dan gedung yang menampung lembaga pemerintah lainnya.

Sementara itu dilansir dari Badan Pusat Statistik Pemerintah Arab Saudi, selama musim umroh dan haji tahun ini tercatat kerajaan telah mengeluarkan 2.716.858 visa haji dan umroh. Menurut statistik ini, 2.412.572 jamaah haji telah tiba, sementara 2.037.631 telah meninggalkan Arab Saudi setelah melakukan umroh.

Tercatat sebanyak 2.272.163 jamaah tiba melalui udara, 133.110 tiba melalui darat dan 7.299 tiba melalui laut. Mereka yang datang termasuk 568.536 orang Pakistan, 505.217 orang Indonesia, 292.822 orang India, 137.834 orang Mesir, 124.951 orang Malaysia, 94.854 orang Turki, 90.894 orang Bangladesh, 90.894 orang Bangladesh, 90.889 orang Bangladesh, dan 89.006 orang Aljazair. (detik.com)

Leave a Reply

Hi Kawula Muda
Powered by