Kecewa Shalat Ied Dihimbau di Rumah, DPRD : Ketegasan Pemkot Bontang Diuji

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Hasil rapat koordinasi yang menetapkan pelaksanaan salat idul fitri 1441 Hijriah di masjid tidak diizinkan atau dihimbau untuk salat di rumah menyisakan kekecewaan dari perwakilan anggota DPRD Bontang.

Bakhtiar Wakkang, anggota DPRD Bontang yang hadir menyuarakan permintaan sebagian masyarakat yang menginginkan masjid bisa segera dibuka agar pelaksanaan salat dapat dilakukan termasuk pelaksanaan salat idul fitri tahun ini (2020). Bahtiar menilai ketegasan pemerintah tidak konsisten, karena pusat perbelanjaan masih dibuka bebas.

” Aspirasi masyarakat sudah kami sampaikan, walaupun hasilnya belum memuaskan, silahkan masyarakat menerjemahkan sendiri apa arti himbauan itu,” ungkap Bakhtiar usai rapat.

Ditambahkannya jika pemerintah mau berlaku adil, maka semua harus menjadi objek jangan cuma masjid yang ditutup.

“Kita lihat disini ketegasan pemerintah diuji, jangan cuma masjid yang jadi objek, lihat ramayana tetap dibuka,” tegasnya.

Senada, Agus Haris, Wakil DPRD Bontang menyesalkan pendapat dewan masjid yang belum menyuarakan pendapat ta’mir masjid se Kota Bontang, karena tidak dilibatkan. Pasalnya diketahui ada lebih dari 200 masjid di Kota Bontang.

” Harusnya rapat tadi (20/5/2020),dewan masjid itu sudah mendengarkan suara ta’mir masjid se Kota Bontang, karena banyak yang datang ke kami minta pelaksanaan shalat di masjid, berarti kan tidak sepakat semua,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Bontang tersebut mengatakan, tidak ada salahnya salat dilakukan di masjid, tinggal diatur protokol kesehatannya seperti apa. Ia menyakini masyarakat pun mengerti dan memahami kondisi saat ini. (Redaksi)

Editor : Kartika Anwar

Leave a Reply