PLN Prioritaskan Pasokan Listrik di Kalimantan Timur untuk Ibu Kota Negara

KITAMUDAMEDIA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memperkirakan banyak industri dan sentra ekonomi baru muncul di Kalimantan Timur. Karena itu PLN akan membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT.

“Nantinya akan dibangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV GI Bukuan – KFI dengan jumlah tower sebanyak 36 yang akan melintas sepanjang sekitar 12,43 kilometer dan masih dalam tahap pengurusan perizinan lainnya juga,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur Muhammad Ramadhansyah dalam keterangan tertulis Sabtu, 22 Januari 2022.

Saat ini, kata dia, PLN mengantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Kalimantan Timur

Dengan ketersediaan daya listrik tersebut, kata dia, PLN dapat memenuhi kebutuhan daya di Kalimantan Timur.

Dia mengatakan dalam rangka penyediaan tenaga listrik untuk pelanggan tegangan tinggi ini, menjadi salah satu prioritas PLN untuk mendukung kesiapan Provinsi Kalimantan Timur sebagai calon ibu kota negara.

PLN juga siap memasok listrik sebesar 850 Mega Volt Ampere (MVA) ke PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) dan PT Kobexindo Cement yang berada Kalimantan Timur. Dengan pasokan listrik yang andal dan berkualitas dari PLN, produktivitas kedua perusahaan diharapkan meningkat sehingga mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.

Komitmen memasok listrik dipastikan dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN dan Kobexindo sebesar 50 MVA pada Oktober 2021, serta pada 31 Desember 2021 antara PLN dan KFI sebesar 800 MVA. Dia mengatakan PLN pun bergerak cepat agar penyediaan listrik untuk pelanggan teganggan tinggi ini bisa segera teraliri.

Untuk memasok listrik ke PT Kobexindo, PLN membangun transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV) Gardu Induk (GI) Maloy – Kobexindo dengan jumlah tower sebanyak 47 yang memiliki panjang keseluruhan jalur adalah sekitar 16,16 kilometer.

Adapun pembangunan SUTT 150kV GI Maloy-Kobexindo mengantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang (SKTR) dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Kalimantan Timur.

“Saat ini kami tengah mengurus perizinan lainnya yang berkaitan dengan pembangunan SUTT 150kV,” ujarnya.

Tidak hanya itu, seluruh lini bidang di PLN berupaya meningkatkan progres pembangunan, baik dari sisi perizinan ke pemerintah daerah maupun sosialisasi pembangunan kepada masyarakat sekitar pada dua proyek prioritas penyediaan tenaga listrik pelanggan tegangan tinggi.

Hal ini dilakukan sebagai langkah utama untuk memberikan informasi terkait rencana pembangunan dan kegiatan pengadaan tanah yang akan digunakan sebagai tapak tower dan jalur lintasan SUTT 150kV nantinya. 

Sinergitas dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi tidak hanya berhenti pada perizinan, melainkan mengawal hingga pembangunan berlangsung. Mengingat, dua proyek SUTT 150kV ini akan melewati beberapa perusahaan tambang dan perusahaan perkebunan.

“Harapan kami, semoga pekerjaan ini dapat selesai pada waktu yang telah ditentukan. Dan akan memberikan manfaat bukan hanya untuk operasional perusahaan saja namun juga untuk masyarakat sekitar,” kata Ramadhansyah. (Tempo)

Editor : Redaksi KMM

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply