Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Demi Lahan Petani dan Warga, Drainase Maluhu Dibedah Tahun Ini

KITAMUDAMEDIA Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU Kukar) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800 juta pada tahun 2025 untuk menuntaskan persoalan genangan air yang masih membayangi warga Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.

Meski sistem irigasi dan anak sungai di wilayah ini dinilai cukup terawat, persoalan utama justru terletak pada bagian hilir—yakni jalur pembuangan air menuju Sungai Tenggarong dan area sekitar Stadion Rondong Demang—yang belum optimal. Akibatnya, saat hujan deras turun dalam durasi panjang, genangan masih muncul di sejumlah permukiman.

“Masih adanya genangan air atau banjir itu faktor utamanya karena daerah hilir pembuangan air belum selesai 100 persen. Seperti buangan ke Sungai Tenggarong dan buangan air ke arah Stadion Rondong Demang,” jelas Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, Selasa (11/3/2025).

Rinciannya, anggaran tersebut akan digunakan untuk melakukan normalisasi drainase di titik-titik rawan. Dua kawasan prioritas yang akan dikerjakan adalah Jalan Melak I dan Melak II, yang selama ini kerap tergenang, terutama di wilayah RT 9, 10, 11, dan 12.

Normalisasi ini ditargetkan dapat mempercepat aliran air menuju Sungai Tenggarong sehingga mampu menekan frekuensi genangan yang selama ini menjadi keluhan warga.

Selanjutnya, drainase di sekitar Stadion Rondong Demang juga akan diperbaiki. Wilayah ini berperan penting dalam menyalurkan air dari RT 1, 2, 3, 4, 5, dan 22. Peningkatan kapasitas drainase di kawasan tersebut diharapkan memperlancar aliran air ke saluran utama.

“Alhamdulillah, tahun ini sudah teranggarkan normalisasi di Jalan Melak I dan II. Jika ini selesai, InsyaAllah dampak banjir akan berkurang,” imbuh Joko.

Lebih dari sekadar mengatasi genangan di lingkungan tempat tinggal, proyek drainase ini juga menjadi harapan besar bagi para petani lokal. Selama ini, air yang tergenang tak hanya masuk ke pekarangan rumah warga, tetapi juga meluber ke area persawahan dan mengganggu produktivitas pertanian.

Baca Juga  Semarak Pawai Obor Tahun Baru Islam 1445 H, Diikuti Ribuan Warga Bontang

“Mudah-mudahan semua berjalan lancar, supaya petani kami tidak terganggu lagi dengan air yang menimbulkan tergenangnya lahan pertanian,” ujar Joko.

Dengan perencanaan teknis yang matang dan dana yang telah tersedia, Pemkab Kukar optimistis proyek normalisasi ini dapat berjalan sesuai jadwal. Warga pun menaruh harapan besar agar pengerjaan tidak molor dan manfaatnya segera bisa dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Jika sukses, langkah ini bisa menjadi percontohan penyelesaian masalah drainase di wilayah lain yang memiliki karakter geografis serupa. (adv)

 

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply