Ki KITAMUDAMEDIA, Bontang— Padatnya lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta, Bontang Lestari tepat di depan SDN 004 Bontang Selatan, memicu keresahan warga dan mendesak agar Pemkot Bontang segera memasang rambu lalu lintas demi melindungi siswa dari risiko kecelakaan.
Salah satu warga, Susi, mengatakan arus kendaraan di depan sekolah sangat ramai, terutama pada pagi hari. Jalan tersebut merupakan jalur utama pegawai Pemkot Bontang, sehingga banyak kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan siswa.
“Anak-anak setiap hari menyeberang tanpa ada pengaturan lalu lintas yang jelas. Kami khawatir terjadi kecelakaan. Minimal dipasang rambu peringatan atau zebra cross,” ujarnya kepada redaksi, Senin (28/4/2025).
Susi juga menuturkan bahwa belum lama ini terjadi kecelakaan yang menimpa salah satu orang tua murid. Saat hendak menjemput anaknya pulang sekolah, korban ditabrak dari belakang oleh mobil dinas milik pegawai Pemkot Bontang.
“Baru saja kejadian saat jam pulang sekolah. Mobil dinas menabrak dari belakang. Kalau pagi, saat lalu lintas lebih ramai, tentu kami makin khawatir dengan keselamatan anak-anak,” terangnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan memasang zebra cross atau rambu peringatan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Jainuddin, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap penyusunan anggaran, sehingga belum dapat merealisasikan pemasangan rambu dan zebra cross.
“Saat ini kami masih menyusun anggaran. Jumat lalu, surat permintaan dari warga baru kami terima. Sebenarnya kami bisa saja menggunakan anggaran yang tersedia, tapi karena suratnya baru masuk, sementara banyak permintaan lain yang sudah lebih dulu masuk ke kami,” jelas Jainuddin, Senin (28/4/2025).
Ia menambahkan, Dishub Bontang bersedia membantu pengamanan lalu lintas saat jam pulang sekolah, meski kekurangan personel menjadi kendala. Saat ini, Dishub hanya memiliki sekitar delapan personel untuk mengatur lalu lintas di sepuluh titik krusial setiap harinya.
“Kami memang kekurangan personel. Namun ke depan, kami pasti akan memasang rambu dan zebra cross di lokasi tersebut,” katanya.
Sebagai langkah sementara, Jainuddin mengimbau para orang tua untuk memasuki halaman sekolah saat menjemput anak, guna menghindari kepadatan dan meningkatkan keselamatan.
“Halaman sekolah cukup luas. Jadi kami imbau, saat antar-jemput, kendaraan bisa masuk ke halaman sekolah agar lebih aman,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulia C.
Editor: Icha Nawir



