KITAMUDAMEDIA, Bontang — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang. Tahun ini, BPBD menerima tambahan peralatan, termasuk satu unit ekskavator mini yang diproyeksikan untuk normalisasi parit serta mendukung penanganan kedaruratan. Namun, pemanfaatan alat berat tersebut masih terhambat karena keterbatasan armada angkut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, mengatakan bahwa sebagian besar peralatan penunjang yang dimiliki saat ini telah memadai untuk kebutuhan dasar penanganan bencana. Ia mencontohkan, dua unit mobil tangki air berperan besar dalam penanganan situasi kekeringan maupun kebutuhan suplai air darurat di lapangan.
“Armada sudah cukup ya. Kita punya mobil tangki air dua unit. Selain itu juga ada pompa-pompa manual yang digunakan untuk daerah yang sulit dijangkau air,” ujarnya.
Ismail menambahkan, kebutuhan peralatan keselamatan laut juga masih menjadi perhatian. Menurutnya, stok pelampung harus segera ditambah lantaran sebagian sudah tidak layak pakai.
“Pelampung untuk operasi laut masih kurang dan kondisinya banyak yang menurun,” jelasnya.
Sementara itu, tambahan ekskavator mini telah tiba dan kini berada di halaman kantor BPBD. Alat tersebut sudah siap dioperasikan oleh dua personel yang sebelumnya mendapat pelatihan operator.
“Ekskavator sudah datang dan ada di halaman. Ada dua orang yang sudah mengikuti pelatihan untuk mengoperasikannya,” kata Ismail, saat ditemui, Jumat (28/11/2025).
Meski demikian, pemanfaatan ekskavator belum dapat optimal karena tidak tersedianya truk towing sebagai alat pengangkut untuk mobilisasi ke lokasi penanganan bencana.
“Pengadaan ekskavator itu belum dilengkapi alat angkutnya. Jadi harus diangkut menggunakan truk dulu baru bisa dibawa ke lapangan. Kalau tidak, ya hanya terparkir di depan kantor,” terangnya.
Ismail memastikan bahwa kebutuhan towing truck telah diajukan dan diusulkan untuk pengadaan pada tahun anggaran mendatang.
“Truknya belum ada. Rencana tahun depan kita perjuangkan untuk pengadaan towing. Karena kalau tidak ada, alat itu tidak bisa dimobilisasi,” tutupnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



