KITAMUDAMEDIA, Bontang – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menekan angka stunting semakin masif. Salah satunya melalui operasi timbang serentak yang akan dilaksanakan di 124 posyandu.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan operasi timbang serentak tersebut akan berlangsung pada 6 hingga 11 Mei 2025. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar pelaksanaan berjalan optimal dan target cakupan pemantauan balita tercapai.
“Operasi timbang menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi dini potensi stunting pada anak. Karena itu, keterlibatan dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan,” ungkapnya, Jumat (25/4/2025).
Tak hanya itu, Pemkot Bontang juga akan menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 10.931 balita. Program ini bertujuan mencegah terjadinya gizi buruk dan stunting.
“Nantinya, hasil operasi timbang akan didata dalam bentuk infografis harian. Data tersebut kemudian akan dijadikan pembanding untuk survei nasional SSI dan SKI,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus Haris menyebutkan bahwa operasi timbang ini merupakan salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama dirinya. Untuk memotivasi, Pemkot Bontang juga menyiapkan penghargaan bagi posyandu dengan capaian terbaik.
“Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, kita harapkan operasi timbang 2025 dapat berjalan optimal dan mampu menurunkan angka gizi buruk serta stunting di Kota Bontang,” tandasnya.(*)
Reporter: Yulia C.
Editor: Icha Nawir



