KITAMUDAMEDIA, Bontang – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang sejak Senin (15/9/2025) malam kembali memicu banjir di sejumlah titik rawan. Salah satunya di Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.
Menurut Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang turun langsung meninjau lokasi banjir pada Selasa (16/9/2025) pagi, kawasan tersebut memang termasuk titik rawan banjir karena kontur tanahnya rendah menyerupai mangkuk. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot melalui Dinas PUPR sedang membangun turap dengan desain tinggi dan memanjang sesuai kajian teknis.
“Turap ini berfungsi menahan kiriman air dari hulu sekaligus menahan luapan saat hujan deras. Nantinya juga akan dilengkapi pintu air,” jelas Neni.
Namun, pembangunan yang baru mencapai 70 persen itu belum mampu menahan curah hujan ekstrem. Air dari hulu tetap merembes ke sisi turap yang belum rampung.
“Kalau sudah selesai semua, kami akan lakukan pengerukan sedimentasi. Insyaallah banjir bisa teratasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bontang, Muh Cholis Edy Prabowo, menuturkan setelah turap selesai, langkah berikutnya adalah pengerukan sedimentasi. Sedangkan pembangunan drainase di dalam perumahan akan ditangani Dinas Perkim.
“Bisa dikerjakan paralel. Jadi setelah penurapan, Perkim akan melanjutkan drainase di kawasan perumahan,” katanya.
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menyebut pihaknya sudah mengeluarkan imbauan sebelum hujan deras turun. Peringatan dini itu menindaklanjuti surat BMKG terkait potensi cuaca ekstrem.
“Curah hujan semalam sangat tinggi. Kami sudah imbau warga di kawasan rawan banjir agar waspada,” ujarnya.
Eko menambahkan, meski sejumlah titik tergenang, luasan banjir tahun ini cenderung berkurang. Misalnya di Jalan HM Ardans sudah tidak banjir, sementara di Jalan Tomat dan belakang Bank Dhanarta genangan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
“Meski berkurang, kewaspadaan tetap perlu. Faktor cuaca dan curah hujan ekstrem masih harus diantisipasi,” jelasnya.
BPBD saat ini masih mendata jumlah warga terdampak. Sementara itu, banjir tercatat melanda beberapa kelurahan, seperti Tanjung Laut, Api-Api, Telihan, dan Guntung.
“Di Telihan sekitar 70 KK terdampak, sedangkan di Bontang Permai jika seluruhnya terkena bisa mencapai 450 KK,” sebutnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



