Kisah Kamaruddin Hidup di Gubuk Kecil dengan Anak dan Istri

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Seolah tak percaya, bahwa skenario Tuhan yang dituliskan untuknya tak berjalan sesuai keinginan. Namun, rasa syukur menjadi pilihan dan pijakan bagi Kamaruddin (39). Pria yang belakangan viral di media sosial, ini tinggal di sebuah gubuk kecil, jauh dari sudut Kota Taman.

Gubuknya beratap rumbia. Tak dapat menahan air ketika hujan. Pun tak ada dinding penahan angin. Hanya kayu tipis seadanya. Mereka tinggal di sebuah ruangan, digunakan untuk tidur, makan, dan juga sebagai ruang tamu. Lantainya pun masih beralaskan tanah. Ada satu ruangan kecil lagi, digunakan sebagai kamar mandi dan dapur. Kondisinya, tak kalah memprihatinkan. Belum diberi atap sama sekali. Pintunya pun hanya ditutupi terpal.

Kamaruddin tak tinggal sendiri. Ia ditemani sang istri, Hasna (37) dan 4 anaknya. Semuanya masih anak-anak. Dari usia 1 tahun, hingga 10 tahun.

Kamaruddin diberi tanah secara cuma-cuma seluas 5×10 meter. Dengan catatan nantinya, Kamaruddin mengajar ngaji bagi anak-anak disana. Tak jauh dari tempat tinggalnya, memang sedang ada pembangunan musala. Ada sekitar 5 kepala keluarga yang bermukim. Mereka secara swadaya membangun musala tak jauh dari gubuk Kamaruddin.

“Hanya bisa bersyukur, alhamdulillah ada yang mau kasih tanah untuk bangun ini (tempat tinggal),” ujarnya saat disambangi oleh redaksi kitamudamedia.com, Senin (14/9/2020).

Tak ada air PDAM, atau pun listrik. Agar bisa bertahan, Pria asal Sulawesi Selatan itu menggali sumur dengan kedalaman hampir mencapai 1 meter, tidak jauh dari gubuk kecilnya. Pelita menjadi pilihan penerangan di kala gelap.

Makan pun seadanya. Saat ini Kamaruddin memang tak lagi memiliki pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia harus kerja serabutan. Merintis lahan warga. Atau membantu warga setempat memanen sawit.

“Sebelumnya saya tukang parkir di Pasar Pagi Samarinda, tapi karena Covid-19 ini tidak ada lagi pekerjaan saya, ada yang panggil kesini, ya ikut saja,” cerita Kamaruddin.

Mereka adalah pendatang baru di tanah Kalimantan. Merantau dari Sulawesi guna mencari peruntungan. Sebab pendapatan sebagai petani di kampung halaman tak cukup. Anak sulung Kamaruddin dan Hasna juga belum bisa merasakan bangku sekolah. Bukan karena tak ingin, tapi keadaan yang memaksa.

“Cari uangnya dulu, ini lagi dikumpulkan, baru disekolahkan,” ujarnya.

Untuk bisa menemui Kamaruddin dan keluarga yang tinggal jauh dari sudut Kota Taman, tepatnya di Nyerakat Kiri Bontang Lestari, butuh sedikit perjuangan. Sebab, jalan yang harus kami tempuh membutuhkan waktu dan kehati-hatian. Jalannya berupa tanah. Kondisinya licin, apalagi beberapa waktu belakangan ini Bontang kerap diguyur hujan. Beberapa kali kendaraan roda dua yang digunakan redaksi kitamudamedia.com hampir tergelincir. Dari jalan aspal ke rumah Kamaruddin berjarak sekira 6 kilometer. Bisa menghabiskan waktu lebih dari 30 menit.

Bagi yang ingin memberi bantuan bisa menghubungi redaksi kitamudamedia.com .

Reporter : Yulianti Basri
Editor : Kartika Anwar

Leave a Reply